20 Desember 2009

Telah Lahir Kekuatan Baru Bernama... Gerakan Dukungan Lewat Dunia Maya

Vox Populi Vox Dei. Suara rakyat (minoritas) adalah suara Tuhan. Kalimat popular yang diambil dari bahasa Yunani itu, kini benar-benar menjadi kenyataan. Setidaknya di bumi tercinta.... Indonesia. Tidak percaya? Lihat saja fenomena yang terjadi belakangan ini. Ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan suara yang mengatasnamakan fesbuker atau blogger, " berhasil" menggiring opini public. Hingga akhirnya membuat para pemegang tampuk kekuasaan seperti legislatif, eksekutif maupun yudikatif, mengubah putusan terhadap suatu masalah yang menjadi persoalan bangsa Indonesia. Sebut saja, Gerakan Satu Juta Facebooker Dukung Bibit Waluyo dan Chandra Hamzah. Hanya dalam hitungan jam, para fesbuker pun memberikan dukungannya agara dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi itu dibebaskan dar jerat hukum. Yang kala itu, dijebloskan ke sel tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Entah apakah ada korelasinya atau tidak, gerakan itu berhasil memaksa Presiden SBY dan para pembuat keputusan di negeri ini, untuk membebaskan Bibit-Chandra. Tak hanya itu. Bibit-Chandra bahkan kembali di-aktif-kan sebagai pimpinan KPK dan kembali menahkodai komisi pemberantasan korupsi. Tak lama berselang,di dunia maya kini muncul lagi gerakan penggalangan dukungan bagi artis Luna Maya. Yang diduga menjadi korban arogansi infotainment. Tak perlu diceritakan lagi, bagaimana duduk persoalannya sehingga si cantik Luna bisa bersitegang dengan infotainment. Semua orang pasti dudah melihatnya di televisi, membacanya di berita on- line, surat kabar dan media massa cetak lainnya, dan pastinya juga sudah mendengar dari bisikan tetangga, kolega, sahabat, serta teman. Dalam waktu beberapa hari saja, gerakan dukung Luna Maya lawan Infotainment yang diigulirkan di dunia maya (baik fesbuk maupun blog) bahkan kabarnya sudah menembus angka ratusan ribu orang. Yang terbagi dalam beberapa kelompok masyarakat. Mulai dari masyarakat awam, akademisi hingga kalangan jurnalis/ wartawan. Pendukung gerakan ini bukan tidak mungkin bakal bertambah banyak lagi. Mengingat pihak infotainment tetap keukeuh membawa si cantik Luna Maya ke polisi. Bahkan kabar terakhir yang saya terima, Senin 22 Desember 2009, infotainment bakal melaporkan semua orang yang ikut berkomentar dalam twitter Luna Maya. Pertaruhan Besar Infotainment Andaikata infotainment tetap ngotot memperkarakan Luna Maya cs hingga sampai ke meja hijjau, boleh jadi mereka bakal menggali lubang kuburnya sendiri. Jadi blunder yang impact- nya bisa jadi akan maha dahsyat. Karena infotaiment tidak hanya menghadapi Luna Maya seorang diri. Tapi juga ratusan ribu bahkan jutaan orang yang tergabung dalam gerakan dukung Luna Maya di dunia maya. Penggalangan dukungan via dunia maya (fesbuk, blog, dll) terbukti sukses menorehkan sejarah manis. Gerakan dukungan itu boleh jadi representasi dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Mampukah infotainment melawan suara rakyat yang mendukung Luna Maya? Lha wong, institusi sekelas kepolisian, kejaksaan hingga gedung DPR/MPR saja dibuat ketar-ketir ketika melihat begitu besarnya dukungan terhadap Bibit-Chandra. Sampai-sampai, Presiden SBY pun akhirnya mengeluarkan Keppres yang meminta Bibit-Chandra untuk kembali duduk sebagai pimpinan KPK. Alangkah baik dan elegannya, jika infotainment mengajak Luna Maya untuk duduk satu meja dan bicara baik- baik guna mencari solusi terbaik atas benang kusut kasus mereka. Bukankah itu sekaligus bisa mematahkan pandangan sinis dan persepsi miring masyarakat mengenai infotainment yang gemar seradak-seruduk dan melanggar tata nilai dan norma-norma kemasyarakatan? Kemudian merumuskan kembali, aturan main antara infotainment dan artis. Bagaimana pun juga, keduanya saling membutuhkan.
sumber: kompasiana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih