20 Desember 2009

Peringatan HUT Cirebon Berujung Petaka

Tiga orang peserta gerak jalan santai sarungan dalam rangka penutupan
perayaan HUT Kota Cirebon ke-640, diwarnai insiden kecelakaan. Dua
orang mengalami luka berat dan satu lainnya pingsan akibat kehabisan
oksigen lantaran berdesakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Minggu (20/12/2009), ketiga peserta
yang mengalami luka berat mereka adalah, Cici (45), warga Simaja,
Kecamatan Kesambi Kota Cirebon yang mengalami luka patah tulang kaki
kanan, Sarkiem (39), warga Cangkol, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota
Cirebon mengalami luka robek pada bagian kakinya.

Keduanya mengalami luka-luka saat berusaha masuk ke garis finis dengan
melompat dari benteng setinggi tiga meter, saat berusaha masuk ke
garis finis dengan mangambil jalan pintas.

Sementara satu orang lainnya, Aini (39), warga Kesenden, Kecamatan
Kota Cirebon kehabisan oksigen akibat berdesakan dengan peserta
lainnya saat memasuki garis finis. Saat ini Aini dirawat di RS
Pelabuhan Kota Cirebon, dan dua orang yang mengalami luka-luka di
rawat di RSUD Gunung Jati, Kota Cirebon.

Insiden itu terjadi saat sekira 45.000 peserta gerak jalan santai
memasuki garis finis di Lapangan Bima Kota Cirebon. Para peserta
berdesakan memasuki lapangan hingga tidak sedikit peserta yang
mengambil jalan pintas.

Dalam peristiwa itu, korban Cici dan Sarkiem berusaha masuk melewati
jalan pintas melalui pagar kawat yang sudah dibobol. Saat itu, mereka
berusaha loncat dari atas
benteng setinggi tiga meter.

Nahas, keduanya mengalami luka-luka. Bahkan, korban Cici mengalami
patah tulang kanan akibat terbentur tembok saat meloncat.

"Saat itu saya mengikuti peserta lainnya karena tidak tahu jalan
masuk. Peserta lain juga berusaha masuk dengan loncat dari benteng
itu. Namun, saat saya loncat, kaki kanan membentur dinding hingga
patah," papar Cici saat di ruang Unit Gawat Darurat (RSUD) Sunan
Gunung Jati, Cirebon, Minggu (20/12/2009).

Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksamana Widjaya saat dikonfirmasi
membenarkan adanya insiden tersebut. Saat ini, pihaknya masih
melakukan pengembangan penyelidikan penyebab terjadinya peristiwa
tersebut.

"Kami tentu akan menindak lanjuti peristiwa ini. Kita belum tahu
apakah peristiwa ini akibat kelalaian panitia atau peserta. Namun,
kami juga tentu bakal menghormati jika peristiwa ini diselesaikan
panitia dengan cara kekeluargaan," tegas Ary.

Dalam kegiatan jalan santai sarungan yang digelar pukul 08.00WIB
hingga pukul 14.00 WIB, ribuan peserta diharuskan menggunakan sarung
dan pakaian batik saat mengikuti kegiatan.

Untuk menarik peserta, panitia sedikitnya menyediakan hadiah sebanyak
10 buah motor dan hadiah lainnya. KegiataN sempat molor satu jam,
karena Wali Kota Cirebon Subardi yang membuka kegiatan, terlambat
datang ke lokasi start.

sumber: okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih