Penemuan Loleolitik Lebih Tua dari Candi Riau
Tim Pusat Studi Kebudayaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) telah menemukan alat batu yang digunakan pada masa prasejarah di Riau. Menurut Ahli arkeolog bahwa alat batu yang dipergunakan oleh manusia Homo Sapiens atau Phitecantropus ini lebih tua dari candi yang ada di Riau.
Hal itu dikatakan Ketua Tim Pusat Studi Kebudayaan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Widya Nayati, M.A, Jumat (14/8/2009).
Selama ini menurutnya, candi Muara Takus di Kabupaten Kampar dan candi Shintong di Kabupaten Rohil adalah sejarah tertua di Riau, namun dengan penemuan batu prasejarah di yang ditemukan Kecamatan Logas daerah aliran sungai (DAS) Singingi, Kabupaten Kuansing ini menjadi berubah.
"Berdasarkan hasil observasi kita, alat batu prasejarah ini telah ada sekitar 10.000 hinggga 40.000 tahun Sebelum Masehi. Temuan ini membuktikan bahwa ada kehidupan prasejarah di Riau. Artinya ada kelompok masyarakat yang lebih tua dari 2 candi yang ada," katanya.
Dengan temuan alat batu prasejarah yakni Kapak Penetak, Kapak Perimbas, Serut, dan bahan untuk membuat batu serta fosil kayu yang masing-masing bisa untuk memotong dan mengiris benda pada zaman dahulu terbukti Riau mempunyai zaman yang lengkap.
"Dengan temuan ini, berarti Riau ada zaman praserah dibuktikan dengan adanya batu prasejarah,kemudian zaman hindu, ditemukan candi-candi. Zaman kerajaan islam dan zaman modern seperti sekarang ini. Karena ada sebagian wilayah itu hanya ada zaman islam langsung modern dan lainya," ujarnya.
Sementara itu ahli arkeolog tim peneliti, Agus Trihascahyo ST. SS. Msc mengatakan bahwa batu yang ditemukan itu memiliki 7 skala mosh. Untuk perbandingan, jelasnya, batu berlian mempunyai kekerasan 10 skala mosh.
Saat ini lanjut Agus, pihaknya akan terus meniliti kelompok masyarakat mana yang memakai batu tersebut. Karena kata sejauh ini tim arkeologi belum menemukan fosil-fosil manusia prasejarah yang menggunakan alat batu.
"Hasil observasi sementara kita, kalau kapak perimbas ataupun kapak penetak ini pemakaiannya langsung menggunakan tangan, jadi tidak pakai gagang, tapi kita belum tau apakah kapak ini dipakai oleh tangan kiri atau kanan. Kalau untuk kehidupan manusia prasejarah ini hidupnya berkompok-kelompok," paparnya.
sumber: okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih