24 Oktober 2009

Dipukul Serok Istri, Suami Tewas

Pariyono (50), warga Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan
Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung tewas, setelah terjatuh dengan
bagian kepala membentur tembok batako rumahnya Jumat (23/10/2009).
Pariyono jatuh terjengkang, setelah sebuah serok atau tirisan untuk
menggoreng, yang dipegang Sutiani, istrinya, mengenai kepalanya.
Sutiani tak kuasa menahan marah ketika Pariyono yang sudah pisah
ranjang sejak tahun 2005 tiba-tiba pulang sambil marah-marah meminta
uang kepadanya.
Cekcok dan adu mulut pun tak terelakkan dan berakhir dengan adegan
saling pukul. Menurut keterangan Tri (35) tetangga korban, anak tiri
pasangan itu Ira, (18), ikut terlibat dalam perengkaran itu. Diduga
siswi kelas 2 SMAN Gondang itu turut mendorong tubuh Pariyono, akhirnya
sebelum jatuh membentur lantai.
"Kejadianya sekira pukul 15.00 WIB. Saya pikir pertengkaran biasa.
Karena memang kerap bertengkar, "ujar Tri tetangga korban kepada
wartawan. Melihat suaminya tak berdaya, Sutiani sempat menangis dan
berteriak minta tolong. Saat itu korban masih dalam keadaan bernafas.
Oleh para tetangga, pensiunan guru itu dilarikan ke rumah sakit
terdekat.
Namun dalam perjalanan, nyawa Pariyono tak tertolong. Polisi langsung
membawa jasad korban ke RSUD dr Iskak untuk keperluan autopsi.
Mendengar suaminya tewas Sutiani sempat meratap menyesali diri.
Sedangkan Ira, anaknya langsung syok dan dilarikan ke RSUD dr Iskak
Tulungagung. Kepada petugas, Sutiani mengaku hanya memukul sekali. Itu
karena dirinya kesakitan setelah rambutnya dijambak korban. "Saya pukul
sekali dan jatuh," tutur Sutiani.
Sutiani dan Ira, sementara waktu diamankan di Mapolres setempat untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Sumbergempol Aiptu
Sudarmaji, diduga korban tewas akibat tengkuk dan kepalanya terbentur
batako. "Kita masih mengembangkan pemeriksaan, "ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Slamet Riyadi mengatakan jika
penyidikan masih terfokus pada pemeriksaan saksi-saksi. Hal itu untuk
menguatkan apakah Sutiani sendirian atau bersama anaknya saat terjadi
adegan pukul dan dorong. "Penyidkan masih terus berlangsung,"
pungkasnya.

Sumber: okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih