Lantai keras dan mengkilap ini.... Menjadi saksi dari putaran masa lalu yang kelam. Menorehkan lembaran hitam pada buku catatan takdir. Menghitam legamkan kaca nurani dalam dada. Menebal... Dan terus menebal. Menutupi ruang suci yang kian terlupakan. Menghayal dan terus menghayal. Berharap akan datangnya kemuliaan yang abadi.
Pijar lampu kota... Membutakan mata hati yang terlena. Meruntut pada tepian sungai tak bertepi. Mencari jejak sang pengelana sejati. Bertahun dan berabad lamanya.
Jalan terlalu panjang dibentangkan. Waktu teramat singkat untuk dinikmati. Tak ada sedikit pun kesempatan buat kembali. Semua harus terus berjalan. Mengikuti irama genderang yang terpatri dalam jiwa.
Wajahmu kini tak lagi kukenal. Suaramu pun tak bisa lagi aku dengar. Hati dan akal telah menjadi buta serta tuli. Tak dapat merasakan getar sunyi yang menyapa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih