29 Juni 2009

Suara Itu

Berulang-ulang suara itu terucap. Ratusan, ribuan, atau bahkan sudah jutaan kali terdengar.

Aromanya sangat wangi. Membius setiap jiwa yang terlena. Yang mengharap adanya perubahan hidup. Suara itu telah merasuk jiwa khalayak.

Waktu berlalu, dan angin pun membawa pergi. Suara itu tak lagi menunjukkan wanginya. Hanya gema semu yang memenuhi langit kepala. Tak pernah nyata... Tak pernah wujud...

Sampai kapan suara-suara itu terus berlangsung. Mengisi kehidupan yang semakin tak menentu ini. Sampai kapan suara itu menjejali otak kita.

Wangi itu tak lagi ada. Wangi itu memang tak pernah ada. Wangi itu hanya bisa kita dengar. Wangi itu tak pernah bisa kita rasakan.

Suara itu... Hanya wangi semu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih