Amerika Serikat dibenarkan Kepala Observatorium Astronomi Boscha,
Taufik Hidayat.
Menurut Taufik, hujan meteor yang diperkirakan hadir pada Rabu pagi di
AS juga bisa disaksikan di Indonesia pada waktu yang sama.
"Namun puncaknya sudah lewat. Di AS puncaknya terjadi pada pukul tiga
dini hari atau jika di Indonesia sekira pukul empat sore tadi," kata
Taufik saat dihubungi okezone, Rabu (21/10/2009) malam.
Menurut Taufik, hujan meteor umumnya berlangsung selama tiga sampai
empat hari. Itu sebabnya hujan meteor kemungkinan masih dapat dilihat
hingga esok, namun hanya merupakan sisa-sisa dari serpihannya saja
karena puncak fenomena hujan meteor ini sudah berlalu.
"Saat terjadi hujan meteor, umumnya terdeteksi sekira 20hingga 30
meteor per jam. Fenomena ini bisa dilihat dari mana saja. Namun yang
paling jelas adalah dengan memandang ke arah rasi Orion. Itu sebabnya
hujan meteor ini disebut hujan meteor Orionid. Atau untuk lebih mudah,
arah rasi Orion itu berarti melihat ke arah tenggara," terang Taufik.
Menurut Taufik, fenomena hujan meteor dapat dilihat secara kasat mata
tanpa alat khusus. Namun umumnya, para pengamat di Boscha sendiri
melihatnya dengan menggunakan teleskop medan lebar.
"Selain dapat dipantau secara visual dengan mata telanjang atau
ditangkap dengan kamera, hujan meteor juga dapat dilihat melalui
teleskop. Boscha biasanya menggunakan teleskop medan lebar untuk
melihat fenomena seperti hujan meteor. Sebenarnya ada teleskop khusus
untuk melihat fenomena itu namun sayang kita belum punya. Jika ada yang
bersedia menyumbang kami dengan senang hati menerimanya," ujar Taufik
seraya berkelakar.
Taufik juga menyebutkan, selain dapat dipantau dengan visual, hujan
meteor juga bisa dideteksi dengan cara yang unik menggunakan antena
radio berkekuatan antara 50 hingga 60 Mghz. Nantinya hasil pemantauan
akan nampak dalam bentuk gambaran garis-garis seperti hasil deteksi
kekuatan gempa. Semakin deras curah hujan meteor maka semakin jelas
garis-garis yang nampak pada hasil pendeteksian. Sebaliknya ketika
hujan meteor mulai berkurang intensitasnya, maka garis-garisnya pun
akan semakin menipis.
Orionid merupakan salah satu meteor terbesar dan paling terang yang
hadir tahun ini. Sama seperti kebanyakan hujan meteor lainnya,
kedatangan Orionid juga disebabkan oleh partikel yang berhubungan
dengan komet, dalam hal ini komet yang dimaksud adalah komet Halley
yang amat terkenal.
Sumber: okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih