Setelah insiden pembajakan pesawat Garuda DC 9Woyla oleh anggota
Komando Jihad pada tahun 1981, aksi teror lanjutan terjadi di Candi
Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 15Januari 1985.
Sebuah ledakan cukup dahsyat menghancurkan tujuh stupa pada candi
peninggalan Dinasti Syailendra itu. Peledakan Candi Borobudur hingga
kini masih menyisakan misteri siapa otak pelakunya.
Memang ada nama Ibrahim alias Mohammad Jawad yang disebut-sebut sebagai
dalang pengeboman. Namun sosoknya tetap misterius, karena hingga kini
aparat belum berhasil meringkusnya.
Pengeboman Candi Borobudur juga disebut-sebut berkaitan dengan kasus
kecelakaan ledakan bom di bus Pemudi Express di Banyuwangi pada 16Maret
1985 dan peledakan Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang beberapa waktu
setelahnya.
Polisi lantas menangkap Abdulkadir Ali Alhabsyi dan Husein Ali Alhabsy.
Keduanya dituding sebagai pelaku peledakan. Abdulkadir lantas divonis
Pengadilan Negeri Malang dengan hukuman penjara 20 tahun. Husein
sendiri dihukum seumur hidup sebelum kemudian mendapat grasi dari
Presiden BJ Habibie. Husein sendiri menolak tuduhan atas
keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding Mohammad Jawad,
sebagai dalangnya.
Dalam persidangan, jaksa menuduh bahwa tindakan pengeboman terhadap
Candi Borobudur merupakan aksi balas dendam Abdulkadir dan kawan-kawan
terhadap peristiwa Tanjungpriok berdarah pada 1983, yang menewaskan
puluhan nyawa umat Islam.
Albdulkadir membenarkan motivasi peledakan itu sebagai ungkapan
ketidakpuasannya atas peristiwa berdarah itu. Namun, keterangan itu
sempat diragukan karena Mohammad Jawad, orang yang disebut Husein
sebagai dalangnya, tidak pernah ditemukan oleh aparat.
Peristiwa itu juga meragukan dipandang dari konteks politik kala itu,
ketika sejumlah elit politik yang bercokol di punggung rezim Orde Baru
memberlakukan politik anti-Islam. Peledakan candi yang disebut satu
dari tujuh keajaiban dunia itu dianggap sebagai rekayasa dari kelompok
anti-Islam untuk menyudutkan kelompok Islam.
Motif itu semakin kentara karena Abdulkadir mengaku dia tidak
mengetahui persis rencana pengeboman. Dia dan ketiga kawan lain pada
awalnya hanya sekadar diajak oleh Mohammad Jawad untuk berekreasi.
Sebelum kemudian dia berhasil dibujuk untuk mengebom Candi Borobudur.
Sumber: okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih