26 Oktober 2009

Air Mineral Gelas Rp5 Ribu di Kota Padang

Bahan makanan menjadi barang yang langka bagi warga Kota Padang, jangankan untuk makan nasi untuk mencari mi instan pun sulit.
Beberapa pusat perbelanjaan sebagian memang nampak dibuka, namun umumnya segera habis karena langsung diborong warga. Pedagang beras pun tak satu pun terlihat, apalagi para pedagang beras di Pasaraya Padang saat gempa terjadi mengalami kebakaran.
"Sekarang yang jelas apa yang bisa kami makan, ya kami makan," ujar Yanto (35) warga Kelurahan Parakgadang, Kecamatan Padang Timur Kota Padang.
Yanto menyatakan, untuk mencari bahan makanan, dirinya terpaksa memungut ceceran beras yang ada di rumahnya yang telah rubuh, beruntung beberapa mi instan pun masih bisa diselamatkan lagi untuk dimasak.
Riko (35), warga Jalan Parakgadang IX mengungkap dia dan dua orang anaknya kelimpungan mencari bahan makanan, karena rumahnya hancur total. Dia mengaku menjelajah dari warung ke warung untuk mencari makanan, namun tidak ada yang buka.
"Di Pasar Trandam ada warung yang menjual mi instan.Saya beli satu kardus Rp100 ribu. Tidak apa-apa mahal yang penting kami bisa makan," ujarnya.
Untuk urusan menginap, Riko mengaku tidur di teras rumahnya dengan mendirikan tenda ala kadarnya. Selain makanan yang sulit dicari, air minum pun tak mudah didapat. Sejumlah tempat penjualan air mineral isi ulang yang masih buka terlihat terjadi antrean. Seperti di kawasan Terandam, puluhan orang terlihat mengantre.
"Satu galon dijual Rp10ribu, biasanya Rp5 ribu," kata Andri salah satu warga yang antre.
Di salah satu toko yang menjual minuman air kemasan, okezone sempat membeli satu gelas air mineral yang biasa dijual Rp500dengan harga Rp5 ribu.
Kondisi sulit ini tentu harus segera diakhiri, dengan mempercepat pengiriman bantuan makanan kepada warga korban agar kehidupan korban gempa cepat membaik.
Sumber: okezone.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih