08 September 2009

Awan Hitam

Awan hitam kembali membayangi. Gemuruh suara jerit pilu saling bersahutan. Air mata mengalir seperti tak pernah henti. Ada duka di sana…. Ada nestapa yg sedang menyapa.

Lembar-lembar kesedihan terbaca dgn jelasnya. Di atas guratan tinta darah para insan naas. Sampai kapan cerita dan berita duka ini akan berlanjut. Tuhan…sebegitu beratkah noda yg menempel pada kami. Hingga harus teguran kerasMu yg datang utk membasuhnya. Sudah sebebal inikah kami, hingga gelegar seruanMu..harus hancurkan payung dan jiwa kami.

Oh Tuhan… Sungguh, maafkanlah kami… Ampunilah kami… Kasihanilah kami… Atas segala bodoh dan khilaf kami. Atas kesombongan dan kebohongan kami. Bukalah mata hati dan fikiran serta rasa kami. Hanya Engkau Yang Sanggup dan Bisa Wujudkan semua ini. Hanya Engkau Tempat Bergantung atas hidup dan harapan kami.

Rasa malu ini seperti menyayat kami. Malu karna selalu berbuat bodoh dan berlebihan. Malu karna terlalu angkuh dan keras kepala. Malu karna Engkau selalu sayangi kami…namun kami tidak tau diri dan tidak tau terimakasih. Sungguh Tuhan…kami benar-benar malu, meski hanya utk menghadapMu. Apalagi jika kami harus meminta sesuatu KepadaMu…kami sungguh-sungguh malu. Bahkan kami…malu terhadap diri kami sendiri.

Maafkan…serta ampunilah kami yg tak tau diri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih