27 Maret 2009

Tangis Bumi

Sejak berabad-abad yang lalu bumi telah mengalami berbagai macam perubahan. Baik yang bersifat tetap atau pun relatif. Sejauh itu, bumi telah menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu penghuni alam raya ini yang masih tetap bertahan oleh terpaan perubahan. Segala macam perubahan tersebut telah dialami oleh bumi selama jutaan tahun lamanya. Kini, setelah sekian lamanya bumi bertahan, agaknya dia telah sampai pada kondisi puncak pertahanannya. Dan itu telah menunjukkan bahwa bumi ini sudah diambang kerapuhannya. Rapuhnya bumi tak lepas dari sepak terjang manusia yang semakin membabi-buta. Manusia dengan keinginannya yang tak terbatas, telah memaksa bumi untuk mempercepat perubahannya. Dan inilah awal dari kehancuran bumi. Padahal yang kita semua tahu, bumi adalah salah satu penyeimbang alam semesta ini. Dan jika salah satu dari rangkaian keseimbangan itu rusak atau berubah melebihi kapasitasnya, maka keseimbangan itu akan porak-poranda. Inilah yang
biasa kita sebut sebagai kiamat. Wahai manusia, tak tahukah kalian..bahwa bumi kini tengah menangis pilu? Berapa banyak lagi bukti yang harus diperlihatkan kepada kalian semua bahwa bumi ini tengah bereaksi atas ulah sembarangan kalian? Tidakkah manusia sadar jika alam ini, terutama bumi telah memberi isyarat dan peringatan? Kenapa manusia masih juga menutup mata, telinga dan hati, terhadap tangis bumi? Sungguh jika kalian mau mendengar, maka akan kalian dengar tangis bumi yang meratap pilu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan untuk meninggalkan jejak disini.. Terimakasih