20 Juli 2009

Posting Lewat Pixelpipe

Mulai kemarin aku nyoba posting ke blogku yg lain lewat pixelpipe. Lewat situs itulah aku posting tulisan sekaligus gambar atau foto. Caranya ternyata cukup mudah. Kita cukup register ke http://pixelpipe.com untuk mendapatkan akun. Setelah itu coba login ke pixelpipe dan klik add pipes yg ada di halaman bawah. Kita akan disuguhkan pilihan2..situs atau blog mana yg akan dijadikan tujuan posting. Setelah itu, coba kirim posting dgn klik Quick Post. Akan tampil kolom untuk posting. Seperti judul, konten atau isi posting, dan juga ada tambahan file untuk upload gambar/foto. Setelah itu jangan lupa isi juga tag pada kolom di bawah kolom konten. Persisnya di atas tombol Submit. Terakhir setelah semua oke..klik tombol Submit. Selesai. Coba lihat hasil posting di blog yang sudah dicantumkan pada settingan di pixelpipe tadi. Seperti contoh pada postingan ini...aku kirim lewat pixelpipe. Oke...selamat mencoba. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Salam.

02 Juli 2009

Emosi Sesaat

Menurutkan amarah, hanya akan menghasilkan penyesalan. Ungkapan ini baru saja terjadi dan aku alami. Hanya karna emosi, akhirnya aku harus nyesel. Yaaa...aku nyesel banget karna harus kehilangan sesuatu yg sudah menemaniku selama bertahun-tahun.

Ceritanya waktu itu, tepatnya kemarin..aku harus kehilangan kartu Flexiku. Penyebabnya tak lain adalah..kartu itu tak bisa terbaca di ponselku. Udah aku coba berkali-kali tetep aja gak bisa. Selalu muncul tulisan..Masukkan kartu sim. Lama aku utak-atik tapi selalu saja tulisan itu yg muncul. Padahal pake kartu yg lain bisa.

Mungkihn karna pengaruh badan dan pikiran yg lagi lelah, emosiku mulai tersulut. Ya udah...kartu flexi itu pun aku buang aja. Tapi sebelumnya sudah aku patahkan jadi dua.

Nah, bikin nyesel itu karna... Pertama, kartu itu udah menemani aku selama beberapa tahun. Kedua, nomornya lumayan bagus dan punya makna khusus buatku. Ketiga, kenangan atau sejarah yg mengikuti kartu tersebut. Keempat, kartu itu udah pernah mau hangus tapi aku bela-belain urus agar tak jadi mati atau hangus. Kelima, kenapa harus mesti aku patahkan, kan cukup aku buang gitu aja atau...disimpan buat kenangan.

Sebenarnya masih banyak yg bikin aku nyesel soal kartu Flexiku itu. Tapi yach...gak mungkin lah aku tulis semuanya disini...hehe. Ntar kelihatan banget kalo lebay gitu loh.

Itulah pengalamanku soal emosi sesaat. Tapi ternyata bisa bikin aku nyesel gak karuan. Aneh kan... Lha wong cuma sama kartu aja kok bisa sampe segitunya. Lha..namanya juga orang lagi emosi, yaa gak bisa mikir sejauh itu. Pokoknya udah mata gelap lah istilahnya. Gak kelihatan apa-apa, yg ada cuma warung doang...hahaha... Dasar mulut bau ampas...!

Ach sudahlah...yg penting sekarang aku sudah punya penggantinya. Dan yg lebih penting lagi adalah...aku punya pengalaman yg sangat berharga. Pengalaman utk belajar agar tidak terlalu menurutkan keinginan emosi semata. Semoga ini jadi pelajaran yg berharga.

01 Juli 2009

Aku Mencarimu

Tanah basah ini..... Berpuluh tahun yang lalu. Saat kaki ini menginjakkan jejaknya untuk yang pertama kali. Terdengar gelegar suara tangis membahana. Memecah kesunyian malam yang hampir kosong. Menandai akan hadirnya insan tak berdaya. Berselimut dari kumpulan debu semesta. Berisikan nafas dari puncak kehidupan.

Lantai keras dan mengkilap ini.... Menjadi saksi dari putaran masa lalu yang kelam. Menorehkan lembaran hitam pada buku catatan takdir. Menghitam legamkan kaca nurani dalam dada. Menebal... Dan terus menebal. Menutupi ruang suci yang kian terlupakan. Menghayal dan terus menghayal. Berharap akan datangnya kemuliaan yang abadi.

Pijar lampu kota... Membutakan mata hati yang terlena. Meruntut pada tepian sungai tak bertepi. Mencari jejak sang pengelana sejati. Bertahun dan berabad lamanya.

Jalan terlalu panjang dibentangkan. Waktu teramat singkat untuk dinikmati. Tak ada sedikit pun kesempatan buat kembali. Semua harus terus berjalan. Mengikuti irama genderang yang terpatri dalam jiwa.

Wajahmu kini tak lagi kukenal. Suaramu pun tak bisa lagi aku dengar. Hati dan akal telah menjadi buta serta tuli. Tak dapat merasakan getar sunyi yang menyapa.